Jenis-jenis Kulit Sapi Asli Pabrikan yang Digunakan Pengrajin Sepatu

    Halo sobat, siapa nih yangg senang menggunakan fashion item berbahan kulit? Biasanya bahan kulit ini dipakai untuk pembuatan dompet, sepatu, bahkan jaket. Tapi sobat memahami nggak ternyata bahan kulit asli ini mempunyai jenis yang berbeda-beda lagi lho!. Jenis-jenis ini ditimbulkan berdasarkan proses pembuatan & jenis potongan yang berbeda-beda. Mau tau apa aja jenis-jenis bahan kulit yg terkenal buat industri fashion? Yuk langsung caritahu cekidot sobat!

1. Patent Leather (Brush-Off)

    Patent leather merupakan kulit yang diproses dengan lapisan bahan protektif akrilik. Patent leather memiliki kualitas kulit yang bagus dengan perlakuan finishing yang padat di permukaan, yaitu dengan penambahan anilin atau chemical dapat mempercantik hasil finishing dari patent leather. Patent leather banyak dibutuhkan dalam industri kulit seperti industri alas kaki, industri furniture, dan industri kerajinan lainnya. Patetnt leather yang kami jual mempunyai grade berdasarkan kualitas, sesuai dengan kelebihan dan kekurangannya masing-masing.

    Patent leather mempunyai karakter yang sangat terang, berkilau, rata dan bersih. Umumnya pada permukaan patent leather mempunyai kemampuan tahan terhadap air ( waterproof ) dan keunggulan ini dapat menjadikan kulit lebih tahan lama karena bagian dalam kulit (suede) tidak terkena air. Produk yang berbahan baku patent leather mendapat sentuhan berkelas karena permukaannya yang sangat berkilau. Patent leather dibuat dengan cara full grain leather yang dilapisi oleh polyurethane and acrylic sehingga permukaannya sangat berkilau. Meskipun patent leather sangat mudah tergores dan bekas dari goresan tersebut nampak, tetapi patent leather tetap mempunyai keistimewaan yang tidak tergantikan hanya memerlukan perawatan dan penggunaan yang hati-hati.

    Standar ukuran yang digunakan dalam pelayanan patent leather ini menggunakan ukuran Square Feet Indonesia (lokal) dan Internasional. Ukuran Square Feet (SF) lokal untuk patent leather yaitu 28 x 28 cm. Untuk ukuran square feet internasional yaitu 30 x 30 cm. Dalam setiap lembar patent leather terdapat beragam jumlah square feet berdasarkan besar kecilnya ukuran sapi yang disembelih. Untuk ukuran 1 lembar patent leather berkisar antara 20 – 35 square feet tergantung menggunakan pengukuran SF 28 (Lokal) atau SF30 (Internasional). 

    Ketebalan patent leather adalah salah satu ukuran untuk menentukan tujuan melakukan produksi produk customer. Ketebalan patent leather disesuaikan dengan produk yang akan diproduksi seperti tas, sepatu, dompet, sofa, furniture dll. Ketebalan patent leather dimulai dari 1 mm – 2 mm dengan acuan harga berdasarkan perhitungan square feet.

    Pewarnaan patent leather terdapat dua jenis metode, yaitu Spray Surface Leather dan Dyed Colouring Leather.
Spray Surface Leather
Patent leather dilakukan pewarnaan hanya di permukaan kulit secara merata.
Dyed Colouring Leather
Patent leather dilakukan pewarnaan didalam semua bagian kulit dari permukaan hingga suede (dalam) kulit diresapkan warna.

     Harga patent leather berdasarkan kuantitas yang akan menjadi permintaan customer. Berdasarkan ukuran, patent leather dikategorisasikan menjadi dua yaitu harga ukuran squarefeet lokal  (28×28 cm) dan squarefeet internasional (30×30) .

2. Finish Leather (Full Grain)

 


    Full grain leather atau biasa disebut sebagai kulit full grain merupakan Kulit yang diproses dengan bahan kualitas kulit yang bagus dengan perlakuan finishing ringan di permukaan, yaitu dengan penambahan anilin atau chemical yang sedikit dapat mempercantik hasil finishing dari full grain leather. Full grain leather banyak dibutuhkan dalam industri kulit seperti industri alas kaki, industri furniture, dan industri kerajinan lainnya.

    Karakteristik full grain leather yaitu artikel kulit yang tetap mempertahankan karakteristik alami dari kulit itu sendiri tanpa menghilangkan kerutan dan guratan natural kulit dari permukaan hasil penyamakan kulit. Kulit sapi dengan finishing full grain leather adalah jenis kulit paling baik. Keunggulan dari full grain leather adalah mempunyai durability yang tinggi atau tahan lama. Full grain leather ini tidak mudah sobek, tergores, ataupun terkelupas karena kualitasnya. Selain itu, full grain leather mempunyai keunikan yang paling menarik yaitu seiring bertambahnya usia penampilan kulit ini semakin terlihat berseni dan menampilkan patina yang unik. Patina adalah tampilan fisik pada kulit yang mengandung minyak dan menampilkan warna keemasan.

    Standar ukuran yang digunakan dalam pelayanan full grain leather ini menggunakan ukuran Square Feet Indonesia (lokal) dan Internasional. Ukuran Square Feet (SF) lokal untuk full grain leather yaitu 28 x 28 cm. Untuk ukuran square feet internasional yaitu 30 x 30 cm. Dalam setiap lembar full grain leather terdapat beragam jumlah square feet berdasarkan besar kecilnya ukuran sapi yang disembelih. Untuk ukuran 1 lembar full grain leather berkisar antara 20 – 35 square feet tergantung menggunakan pengukuran SF 28 (Lokal) atau SF30 (Internasional).

    Ketebalan full grain leather adalah salah satu ukuran untuk menentukan tujuan melakukan produksi produk customer. Ketebalan full grain leather disesuaikan dengan produk yang akan diproduksi seperti tas, sepatu, dompet, sofa, furniture dll. Ketebalan full grain leather dimulai dari 1 mm – 2 mm dengan acuan harga berdasarkan perhitungan square feet.

    Pewarnaan full grain leather terdapat dua jenis metode, yaitu Spray Surface Leather dan Dyed Colouring Leather.

Spray Surface Leather
Full grain leather dilakukan pewarnaan hanya di permukaan kulit secara merata.
Dyed Colouring Leather
Full grain leather dilakukan pewarnaan didalam semua bagian kulit dari permukaan hingga suede (dalam) kulit diresapkan warna sesuai permintaan customer.

 3. Pull Up Leather 

 


    Pull up leather atau biasa disebut sebagai kulit kulit pull up merupakan kulit yang diproses dengan penambahan kimia sehingga menhasilkan penampilan kulit yang ringan dan memudar keputihan ketika ditarik. Finisihing leather pada pull up leather adalah menggunakan minyak (oil based), sehingga pada permukaan hasil samak kulit terlihat mengkilap bercahaya dan memperindah tampilan. Karakter pull up leather yaitu ketika ditarik atau ditekan pada bagian artikel kulit, kulit akan mudah terang keputihan pada permukaan yang ditekan. Selain itu, pull up leather akan terlihat glossy karena mengandung wax dan minyak. Pull up leather banyak dibutuhkan dalam industri kulit seperti industri alas kaki, industri furniture, dan industri kerajinan lainnya.

    Pull up leather berasal dari kata Pull-Up yang mengacu pada perubahan warna saat ditarik atau ditekan. Pull up leather mengandung minyak yang dicampur dengan lilin parafin dan diaplikasikan pada permukaan kulit dengan roller. Kemudian kulit tersebut disedot secara kering. Hasilnya pull up leather terlihat lebih berkilau. Penarikan pull up leather menjadi lebih jelas menampilkan keunikannya ketika kulit direntangkan erat di sekeliling bingkai. Seperti kulit anilin, ciri khas kulit, goresan alami, dan tanda-tanda keausan akan muncul bersama patina yang bersinar seiring berjalannya waktu.

    Standar ukuran yang digunakan dalam pelayanan pull up leather ini menggunakan ukuran Square Feet Indonesia (lokal) dan Internasional. Ukuran Square Feet (SF) lokal untuk pull up leather yaitu 28 x 28 cm. Untuk ukuran square feet internasional yaitu 30 x 30 cm. Dalam setiap lembar pull up leather terdapat beragam jumlah square feet berdasarkan besar kecilnya ukuran sapi yang disembelih. Untuk ukuran 1 lembar pull up leather berkisar antara 20 – 35 square feet tergantung menggunakan pengukuran SF 28 (Lokal) atau SF30 (Internasional).

    Ketebalan pull up leather adalah salah satu ukuran untuk menentukan tujuan melakukan produksi produk customer. Ketebalan pull up leather disesuaikan dengan produk yang akan diproduksi seperti tas, sepatu, dompet, sofa, furniture dll. Ketebalan pull up leather.. Ketebalan pull up leather dimulai dari 1 mm – 2 mm dengan acuan harga berdasarkan perhitungan square feet. 

    Pewarnaan pull up leather terdapat dua jenis metode, yaitu Spray Surface Leather dan Dyed Colouring Leather.

Spray Surface Leather
Pull up leather dilakukan pewarnaan hanya di permukaan kulit secara merata.
Dyed Colouring Leather

Pull up leather dilakukan pewarnaan didalam semua bagian kulit dari permukaan hingga suede (dalam) kulit diresapkan warna.

 Harga pull up leather berdasarkan kuantitas yang akan menjadi permintaan customer. Berdasarkan ukuran, Pull up leather dikategorisasikan menjadi dua yaitu harga ukuran squarefeet lokal  (28×28 cm) dan squarefeet internasional (30×30) . 

4. Milled Leather 

     


Kulit Jeruk (Milled Leather) adalah Kulit yang diproses dengan perlakuan drum yang diputar dengan RPM yang tinggi tanpa penambahan air. Proses penyamakan kulit jeruk – milled leather menghasilkan karakteristik kulit yang relatif mengkerut, yaitu menambah kesan unik pada permukaan kulit. Pada hasil penyamakan kulit jeruk – milled leather dapat dilakukan perlakuan emboss untuk menegaskan kerutan unik pada permukaan kulit atau tanpa dilakukan emboss sama sekali sehingga menghasilkan kulit jeruk – milled leather yang natural yaitu kerutan pada permukaan kulit terbentuk secara natural akibat proses gilingan dengan RPM tinggi. Finisihing Leather yang dihasilkan pada penyamakan milled leather – kulit jeruk adalah menggunakan oil atau minyak, sehingga pada permukaan hasil samak kulit terlihat mengkilap bercahaya dan memperindah tampilan. Kulit akan terlihat glossy karena mengandung wax dan minyak.  

    Nama Milled Leather – Kulit Jeruk adalah mengacu pada perubahan tampilan kulit saat digiling didalam drum dengan RPM tinggi dengan perlakuan tanpa penambahan air. Disisi lain, di Indonesia disebut sebagai Kulit Jeruk karena tampilan yang dihasilkan dari Milling (gilingan) didalam drum menghasilkan kulit yang mengkerut seperti permukaan kulit buah jeruk. Milled Leather – Kulit Jeruk mengandung minyak yang dicampur dengan lilin parafin dan diaplikasikan pada permukaan kulit dengan roller. Kemudian kulit tersebut disedot secara kering. Hasilnya kulit terlihat lebih berkilau. 

    Standar ukuran yang digunakan oleh Tala Leather dalam service jual kulit jeruk – milled leather ini menggunakan ukuran Square Feet Indonesia (lokal). Ukuran Square Feet (SF/ft) lokal untuk kulit jeruk – milled leather yaitu 28 x 28 cm. Dalam setiap lembar kulit jeruk – milled leather terdapat beragam ukuran sesuai besar kecilnya ukuran sapi. Untuk ukuran 1 lembar kulit jeruk – milled leather berkisar antara 20 – 38 square feet (sq.ft).

    Ketebalan kulit jeruk – milled leather adalah salah satu ukuran untuk menentukan tujuan melakukan produksi produk kerajinan kulit anda. Ketebalan kulit jeruk – milled leather disesuaikan dengan produk yang akan diproduksi seperti tas, sepatu, dompet dll. Ketebalan kulit jeruk – milled leather dimulai dari 1 mm – 2 mm dengan acuan harga menggunakan perhitungan square feet. 

     Pewarnaan Milled leather terdapat dua jenis metode, yaitu Spray Surface Leather dan Dyed Colouring Leather.

Spray Surface Leather
Milled leather dilakukan pewarnaan hanya di permukaan kulit secara merata.
Dyed Colouring Leather

Milled leather dilakukan pewarnaan didalam semua bagian kulit dari permukaan hingga suede (dalam) kulit diresapkan warna.

 Harga Milled leather berdasarkan kuantitas yang akan menjadi permintaan customer. Berdasarkan ukuran, Pull up leather dikategorisasikan menjadi dua yaitu harga ukuran squarefeet lokal  (28×28 cm) dan squarefeet internasional (30×30) . 

5. Nappa Leather 


 

    Nappa leather atau biasa disebut sebagai kulit nappa merupakan Kulit yang diproses dengan penambahan kimia mengalami perlakuan diputar didalam drum dalam RPM tinggi sehingga menghasilkan artikel kulit yang berkerut namun tetap lembut.  Nappa leather banyak dibutuhkan dalam industri kulit seperti industri alas kaki, industri furniture, dan industri kerajinan lainnya. 

    Nappa leather atau “kulit napa” adalah istilah untuk mendeskripsikan kulit yang pada umumnya mempunyai karakter lembut, halus dan tahan lama. Kulit napa biasanya dibuat dari kulit full grain yang sangat berkualitas, Bahan baku khusus nappa leather biasanya menggunakan kulit sapi muda, domba, dan anak kambing. Diberkahi dengan kata “berkualitas tinggi”, Kulit Napa dibuat dari kulit full grain. pada permukaannya tidak diamplas (dihaluskan) ataupun di gosok guna menghilangkan kecacatan. hasilnya pada permukaan kulit Napa sangat kuat, awet dan dapat menahan pemakaian yang keras. Kulit Napa biasanya digunakan untuk Tas, Sepatu, sabuk, dan banyak produk kulit lainnya.

    Standar ukuran yang digunakan dalam pelayanan nappa leather ini menggunakan ukuran Square Feet Indonesia (lokal) dan Internasional. Ukuran Square Feet (SF) lokal untuk nappa leather yaitu 28 x 28 cm. Untuk ukuran square feet internasional yaitu 30 x 30 cm. Dalam setiap lembar nappa leather terdapat beragam jumlah square feet berdasarkan besar kecilnya ukuran sapi yang disembelih. Untuk ukuran 1 lembar nappa leather berkisar antara 20 – 35 square feet tergantung menggunakan pengukuran SF 28 (Lokal) atau SF30 (Internasional).

    Ketebalan nappa leather adalah salah satu ukuran untuk menentukan tujuan melakukan produksi produk customer. Ketebalan nappa leather disesuaikan dengan produk yang akan diproduksi seperti tas, sepatu, dompet, sofa, furniture dll. Ketebalan nappa leather dimulai dari 1 mm – 2 mm dengan acuan harga berdasarkan perhitungan square feet. 

    Pewarnaan nappa leather terdapat dua jenis metode, yaitu Spray Surface Leather dan Dyed Colouring Leather.

Spray Surface Leather
Nappa leather dilakukan pewarnaan hanya di permukaan kulit secara merata.
Dyed Colouring Leather
Nappa leather dilakukan pewarnaan didalam semua bagian kulit dari permukaan hingga suede (dalam) kulit diresapkan warna.
    Harga nappa leather berdasarkan kuantitas yang akan menjadi permintaan customer. Berdasarkan ukuran, Nappa leather dikategorisasikan menjadi dua yaitu harga ukuran squarefeet lokal  (28×28 cm) dan squarefeet internasional (30×30) .

 

0 komentar